Tari Bengawak Be, Tarian Khas Jambi yang Berunsur Magis

Berwisata ke daerah Sumatera bagian Selatan tak lengkap rasanya kalau tak mampir ke Jambi. Selain dikenal dengan penduduknya yang ramah, alamnya yang indah, kebudayaannya juga melimpah dan makanan tradisionalnya sangat lezat. Menuju ke daerah Jambi juga cukup mudah dilakukan melalui perjalanan darat karena akses ke sana sudah terbilang mulus dan lancar. Jika Anda berwisata rombongan dari daerah Jakarta dan sekitarnya, Anda bisa menggunakan jasa sewa bus pariwisata di Jakarta yang cukup banyak tersedia.

Salah satu hal yang wajib dilakukan saat berkunjung ke Jambi selain mencicipi kuliner khas dan keindahan alamnya adalah menyaksikan sebuah tarian adat khas Jambi yang sangat unik, yakni Tari Bengawak Be. Tarian ini akan membuat Anda terpukau karena banyak unsur magis yang bisa disaksikan dalam tarian tersebut. Tarian yang dilpentaskan baik oleh perempuan maupun laki-laki ini akan didominasi dengan gerakan teatrikal dengan menghadirkan sebuah properti utama, boneka Lukah Gilo. Pastikan Anda mencari paket tour untuk daerah Jambi yang sudah termasuk menonton tarian ini saat Anda memilih jasa sewa Pusatrentcar.com di Jakarta.

Asal-usul Tarian

Di daerah Jambi dikenal sebuah kesenian tradisional bernama Lukah Gilo, yang mirip dengan kesenian Jelangkung yang dikenal di Jawa. Lukah adalah alat untuk menangkap ikan yang terbuat dari rakitan bambu berbentuk kerucut. Di Lukah Gilo, lukah akan dihias sedemikian rupa dengan buah labu yang ditancapkan sehingga mirip kepala dan badan orang dimana kemudian boneka lukah tersebut kemudian akan dibacakan mantra untuk mengundang roh halus agar masuk ke dalamnya. Diyakini bahwa ketika lukah bergerak sendiri maka sudah ada roh halus yang mulai merasuk ke dalam boneka itu.

Kesenian inilah yang menjadi inspirasi dari Tari Bengawak Be meskipun tarian ini tidak menjiplak secara utuh ritual dalam kesenian Lukah Gilo. Tarian ini hanya mengambil ide dari kesenian tersebut dan tentunya menggunakan boneka Lukah sebagai media utama dari tariannya. Para penari akan berhias dengan pakaian tradisional Jambi yang sudah dimodifikasi, dimana bagian bawah menggunakan kain songket bercorak Jambi, bagian kepala untuk penari perempuan menggunakan topi yang dilihias lukah kecil dan penari laki-laki mengenakan ikat kepala dari kain batik Jambi.